Home » » Iraq & AS Seharusnya Menyerah Kepada Daulah Khilafah

Iraq & AS Seharusnya Menyerah Kepada Daulah Khilafah

Written By canang on Isnin, 27 Oktober 2014 | 10/27/2014 09:28:00 PTG

AMMAN, JORDANIA (Al-Mustaqbal Channel) – David Ignatius, seorang jurnalis dari The Washington Pos berpendapat bahwa Irak & AS akhirnya harus mengakui dan menyerah kepada Daulah Khilafah. Pendapatnya ini muncul setelah dirinya mewawancara Jalal Al-Gaood, seorang kepala suku asal Anbar, dan juga Zaydan Al-Jibouri seorang Syekh asal Anbar. Allahu Akbar!
Jalal Al-Gaood, salah satu pemimpin suku di Irak mengatakan bahwa kota asalnya di provinsi Anbar minggu ini harus menyerah kepada Mujahidin Daulah Khilafah. Hal ini dikarenakan serangan massif yang dilancarkan Daulah Khilafah tidak bisa dibendung lagi. Sekitar 200 Mujahidin dengan 30 truk bersenjata merangsek ke kota Al-Zwaiha, dekat sungai Efrat. Jalal Al-Gaood dan milisinya kehabisan amunisi dan makanan dan akhirnya bertanya-tanya apakah harus menyerah.
Gaood mengatakan bahwa dirinya berulang kali meminta bantuan darurat ke Jenderal John Allen, utusan khusus AS untuk Irak dan Suriah, dan pada saat pesan itu sampai Allen, semuanya sudah terlambat.
Akhirnya Gaood menyarankan agar para pemimpin lokal untuk bernegoisasi dengan Daulah Khilafah, karena tidak ada pilihan lain, untuk melakukan gencetan senjata. Jika mereka tetap tinggal di kota, dan para Mujahidin dating, maka mereka akan “habis”.
Pagi ini semuanya akan selesai, demikian ujar Gaood pada hari Kamis di kantornya. Daulah Khilafah saat ini sudah menguasai kota yang membentang di jalan raya strategis.
Ironisnya, Gaood adalah salah satu pemimpin sunni yang dijadikan antek oleh AS agar melakukan mengorganisir perlawanan di Anbar. Dia adalah salah satu dari dua lusin ketua suku di Irak yang telah bertemu dengan Allen ketika ia berkunjung pada awal Oktober. Gaood sekarang malah memperingatkan, bahwa kita harus menyerah!
Duduk di samping Gaood selama wawancara adalah Zaydan Al-Jibouri, seorang Syekh berusia 50 tahun dari salah satu suku terkemuka lainnya. Dia terus terang berujar bahwa pada pejuangnya telah bergabung dengan Daulah Islam. Dia berargumentasi, mengapa kami (di Anbar) disalahkan karena telah bergabung dengan Daulah Khilafah, apalagi orang-orang yang bergabung dengan Daulah Khilafah adalah karena mereka sebelumnya telah didzolimi oleh PM Irak sebelumnya, Nuri Al-Maliki. Wallahu a’lam bis showab!
Sumber : The Washington Pos
Share this article :

Tiada ulasan:

Blogger Widget Get This Widget

comment pembaca

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Cananglahnie - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger