Home » » Dua Malaikat Pendamping Nabi dalam Perang Uhud dan Pakaiannya

Dua Malaikat Pendamping Nabi dalam Perang Uhud dan Pakaiannya

Written By canang on Khamis, 23 April 2015 | 4/23/2015 11:15:00 PTG

Ketika kaum muslimin menaati perintah Allah Ta’ala dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, Allah Ta’ala memberikan kemenangan dalam Perang Badar; meski secara fisik tidak ada alasan untuk menang, baik secara jumlah maupun kecanggihan alat perang.
Sebaliknya, dalam Perang Uhud, ketika sebagian kaum muslimin menyelisihi perintah Allah Ta’ala dengan tidak menaati perkataan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, Dia memberikan kekalahan, meskipun di dalamnya juga terdapat hikmah yang amat banyak dan melimpah.
Di antara serangan psikologis yang dilancarkan oleh kaum kafir Makkah dalam Perang Uhud adalah hembusan kabar bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan empat sahabat utama telah meninggal dunia.
Alhasil, sebagian kaum muslimin mengalami keguncangan jiwa berupa kelemahan dan keraguan dalam dirinya. Padahal, sebagaimana disebutkan dalam riwayat Shahih yang dikutip oleh Imam Ibnu Katsir, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dilindungi oleh tujuh sahabat Anshar dan dua sahabat Muhajirin di sekeliling beliau.
Ketika itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Siapa yang menghalau mereka dari kami, maka baginya surga, atau ia akan menjadi temanku di surga.” Maka majulah salah satu sahabat Anshar menyerang musuh hingga gugur sebagai syuhada’ dan kelak mendapatkan jaminan atas janji Nabi yang mulia.
Hal lain yang menjadi salah satu catatan penting dalam Perang Uhud adalah dua sosok di sebelah kanan dan kiri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Pasalnya, para sahabat tak mengenali sosok tersebut. Lantas, siapakah keduanya?
Dari ayahnya Ibrahim bin Sa’ad bin Abi Waqqash, Imam al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan, “Dalam Perang Uhud, aku melihat di sebelah kanan dan kiri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sosok yang memakai pakaian putih. Keduanya berperang bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dengan sungguh-sungguh.”
Lanjutnya mengatakan, “Aku tidak pernah melihat keduanya sebelum dan setelah hari itu.” Lantas, siapakah keduanya? Ungkap Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirnya, “Kedua sosok itu adalah malaikat Jibril dan Mikail ‘alahimas salaam.”
Bagi kaum muslimin, Perang Uhud adalah sejarah emas yang tidak bisa dilupakan begitu saja. Terdapat kebaikan yang banyak dalam setiap detailnya. Kebaikan yang akan senantiasa harum dan berbunga hingga Hari Kiamat. [Pirman]
Share this article :

Tiada ulasan:

Blogger Widget Get This Widget

comment pembaca

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Cananglahnie - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger